Langsung ke konten utama

Tidak Penting, Tidak Peduli Seberapa Banyak Ucapan Mereka Tentangmu




Tidak ada cara paling baik dalam rangka membalas dendam, apalagi dengan membuktikan kepada orang-orang yang meragukan kemampuan kita. Karena memang tidak pernah ada solusi akhir terbaik, dari sebuah balas dendam. Satu-satunya cara adalah dengan memaafkan. Kata MAAF adalah empat huruf yang mewakili ribuan alasan untuk kita, betapa sulitnya memberikan lampu hijau kepada si peminta maaf.
Dibutuhkan sebening perasaan, sesejuk nurani agar dapat memberikan maaf kepada seseorang. 
Pasti ada saja seseorang diluar sana, atau mungkin sekelompok orang yang membuat kita terpuruk. Orang-orang yang mematik api pesimis melalui kekurangan kita, dan hal lain untuk merendahkan. Biarkan saja. Tugas kita adalah membuat diri sibuk pada perbaikan-perbaikan positif. Perbaikan dengan dilandasi harapan untuk menciptakan masa depan terbaik, semoga.
Selain itu, banyaknya pujian dari orang-orang juga bisa berbahaya. Memang, pujian dapat mengobarkan api semangat dan membuat seseorang menjadi antusias. Sebuah pujian semisal cahaya dalam gelapnya hidup seseorang yang sudah menyerah dan tidak percaya diri lagi. Tanpa cahaya, seseorang sulit untuk melihat. Asalkan pujian itu tidak terlalu banyak, orang tersebut masih dapat melihat sekitar. 

Apabila jumlah cahaya terlalu banyak, orang tersebut akan silau yang menyebabkannya susah melihat. Satu pujian dapat menyelamatkan seseorang, ribuan pujian bisa membunuhnya secara perlahan. Bahkan, sebuah pujian diibaratkan air laut yang asin, semakin kau teguk semakin haus dan dahaga dirimu. Tergantung seberapa kuat sikapmu dalam menyaring pujian-pujian yang datang.

Ada satu ucapan dari salah satu anak bangsa, seorang eyang bagi kita. Seseorang yang sungguh merupakan ilmuwan terkemuka dengan penemuannya dibidang pesawat, sekaligus seorang yang menjadi teladan bagi tanah air. Beliau pernah berucap begini, “Tidak peduli seberapa banyak engkau memikirkan aku, tapi aku tidak pernah SEDETIKPUN memikirkanmu.”

Bagi saya, perkataan itu sungguh merupakan pukulan telak. Mengandung jiwa optimisme murni, kepercayaan diri yang kuat dan keyakinan tingkat tinggi.
Sahabat saya pernah memberi saya nasehat,
Tidak penting, tidak peduli, seberapa banyak orang-orang yang meragukanmu, apalagi  tidak percaya kepadamu. Asalkan ada satu orang saja... seseorang yang sungguh bulat keyakinannya dan percaya padamu, itu sangatlah cukup.”


Bogor, 09 Maret 2019
N.A. Fadhli



Komentar

  1. Hemm.. maafin gak ya ??? 😁😁😁

    Tapi bener banget ,om..
    Aku paling gak suka dipuji, apalagi kalo dibilang "mukalu udh bersihan dari jerawat" , besoknya 3 jerawat muncul .. hahahhaa
    👍👍👍

    BalasHapus
  2. Maapin dong... Sang Pencipta aja Maha Pemaaf. :)

    Nah bagus banget tuh mpok udah ngga suka dipuji. Takutnya makin banyak jerawat tumbuh nantinya.. Wkwk :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Per Tak Hingga dan Perenungannya

Semenjak menjadi siswa, selama belajar di SMA, saya hanya menyimak dan menelan setiap rumus beserta hasilnya. Pentingnya, jika bagian ini-itu hafal, beres sudah. Jarang sekali kepo, apalagi penasaran darimana dan bagaimana mengetahui prosesnya. Salah satu contoh yaitu dalam menghapal definisi sederhana, 1/~ , 1/0, 0/0, dan teman-temannya, plus perenungan memahami mereka. Namun, kali ini mencoba agar sama-sama dibahas 1/~ (satu per tak hingga) yang hasilnya adalah nol. Karena, mungkin banyak yang sudah tahu bahwa 1/0 nilainya bisa menjadi dua jenis, bisa menjadi ‘tak terdefinisi’ atau ‘tak hingga’. Contoh : 1/10 = 0,1 1/1000= 0,001 1/100000 = 0,00001 1/10000000 = 0,0000001 dst. Tapi, 1/~ = 0 Kenapa? Dari contoh sudah didapatkan pola, bahwa jika satu dibagi sepuluh, hasilnya 0,1. Dan, satu dibagi sepuluh juta, hasilnya 0,0000001. Semakin dibagi dengan bilangan besar, hasil semakin mendekati nol. Tak hingga merupakan sesuatu yang tak berbatas. Sehingga, satu d...

Ore Wa Akiramenai = Saya Tidak Akan Menyerah !

Donna ni tsurakutemo, akiramenaide kudasai! Akhirnya pikiran kembali segar, semangat menulis untuk posting di blog timbul lagi(padahal hari ini tidak semangat, tetapi terkena sentil oleh satu-dua kalimat bahasa Jepang). Sebabnya karena iseng-iseng mencari kata motivasi versi bahasa Jepang, justru menemukan pepatah keren, sekaligus pas dengan kondisi dan tontonan saya pekan ini. Yasudah, dijadikan sebagai pembuka tulisan deh. Bagi pecinta anime, pasti beberapa sudah tidak asing dengan istilah tersebut, pepatah yang menjadi jargon bagi mayoritas tokoh utama series anime. Hehe. Donna ni tsurakumeto, akiramenaide kudasai,  yang artinya  “Sesulit apapun, jangan menyerah!” Lalu disambung dengan judul postingan, Ore wa akiramenai , artinya  “Saya tidak akan menyerah!” Pepatah ini mungkin sudah tidak asing dan sangat sering berkeliaran ditelinga kita, apalagi ditelinga saya. Hehe. Sehingga, kesan dan energi kuat yang dibawa pepatah itu hanya angin saja. Cepat na...

Kamu Bingung Membuat Tulisan? Tulis Saja...

Ramai orang beranggapan bahwa menulis itu sulit. Saya salah satu yang setuju dengan pernyataan tersebut. Susah dan lelahnya mengikuti tahapan menuangkan ide, mengonstruksi sebuah cerita atau opini, merevisi draf pertama tulisanmu, sampai akhirnya menjadi seutuh tulisan. Padahal, pekerjaan yang satu ini terbilang mudah. Menulis memang mudah. Apalagi jaman sekarang, ramai kehadiran media sosial di tengah masyarakat dunia. Menulis bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit, bahkan sangat ringan dan spontan.  Baiknya kita berfokus pada "menulis itu mudah", jangan terlalu jauh sampai tahap "ah, nanti tulisannya jelek karena sekadar menulis saja, tidak bagus". Nah, ayo sepakat untuk menyingkirkan duri-duri pikiran seperti itu. Ada bagian tersendiri untuk tahap selanjutnya. Bukankah memulai sesuatu merupakan salah satu hal tersulit? Kamu sedang bingung dalam membuat tulisan? Mulai saja. Tulis saja. Sesederhana menuangkan pikiran, perasaan, dan gejolak ba...

Salam, dari Aku yang selalu Menunggumu

Aku tidak memintamu untuk menghampiriku. Mendekatiku pun tidak, tak pernah memaksamu melakukan hal seperti itu. Aku tahu kau terlalu sibuk dengannya, mereka, dan rekan kecil yang selalu bersamamu, dalam genggaman itu. Rekan yang melebihi sebuah pasangan, rekan yang selalu ramai dengan notifikasi-notifikasi tentang dunia luar. Aku tidak ingin menyuruhmu untuk mengerti apapun keadaanku. Memahami tentangku dan seribu bisu. Cukup perhatikan dengan teliti. Sedikit-sedikit, agar kau kenal. Supaya hafal. Setidaknya, wajah ini saja. Aku tetap di sini, diam dan taat. Tidak pergi kemana-mana, selalu menunggu. Tabah terhadap penantian tentangmu, dan seribu kehadiran. Kau memang selalu hadir. Disetiap hari-hari yang kita lalui, tanpa pandangan, atau sapaanmu. Diantara parau jerit panggilan yang kugemakan kepada ruangan itu. Tetapi tetap saja, masih bisu. Dan menjadi keheningan. Bukan di telinga, tapi di hatimu. Terlanjur bising oleh kesibukan palsu. Kau tak pernah menghiraukan aku, ya...

Kepercayaan adalah Bentuk Kepedulian dengan Harga Mahal

Ada yang bilang bahwa kepercayaan mudah digenggam. Hal tersulit di dalamnya yaitu mempertahankan kepercayaan. Dalam dunia bisnis, kepercayaan adalah sebuah harga mahal. Bisa dibilang, kepercayaan merupakan sebuah mandat, diberikan kepada ia yang kuat dan mampu. Dalam urusan cinta, seseorang perlu memiliki komitmen agar dipercaya orang yang dikasihi. Selain itu, ia butuh seseorang untuk dipercaya. Ini akan melahirkan suatu pondasi yang kuat dalam hubungan asmara mereka. Mempercayai dan dipercaya. Ketika seorang lelaki yang telah membulatkan tekad, lalu menaruh kepercayaan penuh kepada perempuan yang dicintanya, tapi perempuan tersebut tidak percaya kepadanya. Lantas, lelaki ini pasti menurun motivasi dan semangatnya. Sebab orang yang dia percaya tidak mempercayai dirinya. Begitupun sebaliknya. Selanjutnya keluarga, sahabat, lalu kerabat kerja juga tidak mempercayai dirinya. Kepercayaan diri orang tersebut akan runtuh. Dunia seakan tidak membutuhkannya. Kita bisa menebak,...