Aku hanya ingin menulis, sesederhana itu saja.
Begitulah yang selalu kamu
ungkapkan dan ucapkan. Kepada saya, yang masih baru.
Kesekian kalinya saya ungkapkan, bahwa menulis memang sebuah
tugas berat. Betapa tidak? Menghasilkan sebuah tulisan, jika ingin mencapai
kualitas terbaik, haruslah memeras ide dan pikiran. Memutar segala pengetahuan,
kepekaan, dan pengamatan mendalam tentang fokus yang akan ditulis.
Kemudian, mulai menuliskan ide itu dalam beberapa proses.
Melalui tahap editing dan lainnya. Belum lagi, sebuah tulisan yang telah selesai
itu, hanya diminati sedikit orang untuk dibaca. How your feeling about that?
Sungguh, saya angkat topi
dengan kebesaran jiwamu untuk tetap lanjut dan istiqomah dalam ranah kepenulisan
ini. Saya ikut dan gabung. Boleh, kan?
Aku hanya ingin menulis, sesederhana itu saja.
Saya, sungguh.. sangat sepakat dengan pernyataan kamu itu.
Izinkan saya mematri mantramu dalam benak saya. Agar merembas sampai alam
bawah sadar. Lalu menghayatinya setiap detik dan setiap detak. Supaya menulis lebih
terasa ringan, easy going aja.
Aku hanya ingin menulis, sesederhana itu saja.
Dengan begitu, kita lebih
lega dalam menulis. Tidak terbebankan apapun. Bagaimana jika menyinggung
isi dan pesan tulisan? Biarkan tulisan merefleksikan tentang kita. Biarkan
tulisan berbicara tentang kita, dan segala keresahan.
Biarlah tulisan kita tidak
dibaca. Bahkan jauh terasingkan. Tak mengapa. Karena penulis, sudah lebih
dahulu tenggelam dalam keterasingan membungkus cerita, membuat sebuah tulisan.
Yakinlah, pembaca sendiri yang akan berlari menemukan tulisan kita. Mengerti
dan memahami keterasingan itu.
Dan kamu, tidak terlalu memperdulikan mereka tentang tulisamu.
Karena inginmu memang satu dan cuma itu melulu.
Hanya ingin menulis. sesederhana itu saja. Benar, kan?
Salam Pena!
Bogor, 20 Oktober 2016
Ehem. Siapa ituuu
BalasHapusBiasa... Perempuan gerimis, kang. :D
HapusBener banget, kapad..
BalasHapusIya, terima kasih bund wid.. :)
HapusYakinlah, pembaca sendiri yang akan berlari menemukan tulisan kita 👍
BalasHapusTerima masih mba Pebri.. :)
Hapus