Langsung ke konten utama

Jangan Dilepas! Tidak akan Merugi Memiliki Teman dan Sahabat Seperti Ini




Manusia hakekatnya adalah makhluk sosial. Habluminannas, sebuah perintah langsung dari langit, bersamaan dengan komando untuk ber Habluminallah. Membuat manusia saling terikat dalam hubungan bermasyarakat, termasuk didalamnya berteman.
Memiliki banyak teman merupakan tindakan bijak, apalagi mereka adalah sekumpulan orang baik. Justru, baik buruknya perilaku seseorang atau sekumpulan teman, berpengaruh terhadap pola pikir, kadar antusiasme, juga masa depan kita.
Beruntungnya jika kita memiliki banyak teman baik. Kadang, selalu saja diberikan alarm peringatan, demi kebaikan diri kita. Seperti sepenggal pengalaman sepele yang saya alami tadi siang, juga merupakan keteledoran saya sendiri.
Selepas dzuhur, saya membuka grup media sosial WhatsApp, kemudian melihat banyak info lowongan kerja. Karena banyaknya info loker yang harus di passing atau forward ke grup sebelah, biasanya saya teruskan saja ke beberapa grup yang anggotanya banyak membutuhkan info demikian.
Tak lama, muncul notifikasi dari satu-dua teman atau adik kelas chatting ke saya, bertanya tentang valid nya info loker tersebut.
Namun ada satu pesan yang sangat peka, terlebih terhadap persoalan yang menyangkut agama.
A : Lu yakin nyebarin info loker itu?
Saya : Yap, dapet dari grup sebelah, bang.
A : Ngerti bahayanya riba kan dli?
Saya : iya bang.
A : Ngapain lu share gituan.
Saya : Bingung ane juga... Temen-temen butuh loker
A : Ya itu urusan dia dli. Gua ga pernah nyaranin.
Saya : Tapi kita emang udah dikelilingi riba, bang. Sulit lepas.
A : Justru karena itu. Jangan di perparah.
Saya : siap bang. Nuhun.
Terkadang, sikap acuh tak acuh kita, keteledoran, kelalaian, atau lupa yang keterlaluan, bahkan kesengajaan tingkat akut, semua itu bisa berdampak buruk bagi orang lain dalam jangka panjang. Seperti keteledoran saya dalam kasus di atas.
Takkan pernah dan tidak akan pernah merugi memiliki teman yang baik. Saya semakin meyakini hal tersebut. Mereka tidak terlalu mengkhawatirkan jangka pendek, tapi lebih memikirkan nasib kita untuk jangka panjang.
Teman terbaik, adalah mereka yang paling pertama menegur kita ketika salah. Bukan mereka yang selalu berada di garda depan memuji kelebihan kita, namun menghilang ketika kita dalam keterpurukan dan terjerumus pada kekhilafan.
Teman terbaik bukan yang paling sering menemani ketika kita dalam kebahagiaan dan kemakmuran. Mereka adalah insan-insan spesial yang justru hadir, mengulurkan tangan, tanpa mengendurkan senyum. Memotivasi serta menawarkan pertolongan ketika dalam kekurangan, bahkan mungkin saat kondisi kita dalam ketiadaan.
Bogor, Juli 2017
N. A. Fadhli


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Per Tak Hingga dan Perenungannya

Semenjak menjadi siswa, selama belajar di SMA, saya hanya menyimak dan menelan setiap rumus beserta hasilnya. Pentingnya, jika bagian ini-itu hafal, beres sudah. Jarang sekali kepo, apalagi penasaran darimana dan bagaimana mengetahui prosesnya. Salah satu contoh yaitu dalam menghapal definisi sederhana, 1/~ , 1/0, 0/0, dan teman-temannya, plus perenungan memahami mereka. Namun, kali ini mencoba agar sama-sama dibahas 1/~ (satu per tak hingga) yang hasilnya adalah nol. Karena, mungkin banyak yang sudah tahu bahwa 1/0 nilainya bisa menjadi dua jenis, bisa menjadi ‘tak terdefinisi’ atau ‘tak hingga’. Contoh : 1/10 = 0,1 1/1000= 0,001 1/100000 = 0,00001 1/10000000 = 0,0000001 dst. Tapi, 1/~ = 0 Kenapa? Dari contoh sudah didapatkan pola, bahwa jika satu dibagi sepuluh, hasilnya 0,1. Dan, satu dibagi sepuluh juta, hasilnya 0,0000001. Semakin dibagi dengan bilangan besar, hasil semakin mendekati nol. Tak hingga merupakan sesuatu yang tak berbatas. Sehingga, satu d...

Ore Wa Akiramenai = Saya Tidak Akan Menyerah !

Donna ni tsurakutemo, akiramenaide kudasai! Akhirnya pikiran kembali segar, semangat menulis untuk posting di blog timbul lagi(padahal hari ini tidak semangat, tetapi terkena sentil oleh satu-dua kalimat bahasa Jepang). Sebabnya karena iseng-iseng mencari kata motivasi versi bahasa Jepang, justru menemukan pepatah keren, sekaligus pas dengan kondisi dan tontonan saya pekan ini. Yasudah, dijadikan sebagai pembuka tulisan deh. Bagi pecinta anime, pasti beberapa sudah tidak asing dengan istilah tersebut, pepatah yang menjadi jargon bagi mayoritas tokoh utama series anime. Hehe. Donna ni tsurakumeto, akiramenaide kudasai,  yang artinya  “Sesulit apapun, jangan menyerah!” Lalu disambung dengan judul postingan, Ore wa akiramenai , artinya  “Saya tidak akan menyerah!” Pepatah ini mungkin sudah tidak asing dan sangat sering berkeliaran ditelinga kita, apalagi ditelinga saya. Hehe. Sehingga, kesan dan energi kuat yang dibawa pepatah itu hanya angin saja. Cepat na...

Hukum Perputaran Roda dan Tuhan yang Selalu Adil

Seorang anak SMP, beberapa bulan lagi hendak memasuki SMA,   berasal dari keluarga menengah kebawah, mengeluh tentang kondisi dan keadaan keluarganya. Ia mengadu kepada ayahnya yang seorang petani dan bertanya, "Ayah, aku belajar di sekolah, Bu guru bilang bahwa setiap orang punya nasib seperti roda yang berputar." "Iya.. lalu?" Ayahnya menanggapi dan memancing kelanjutan kisah sang anak. "Ada saatnya seseorang itu berada di atas, dan ada saatnya berada di bawah. Berarti yang miskin tidak selalu miskin kan, ayah? Setiap orang miskin bisa kaya dan sejahtera kan, ayah?" "Yap. Benar, Nak. Hayuk siap-siap berangkat," sang ayah   bersiap mengantar anaknya sekolah. Kemudian, si anak mendengar dan mendapat kabar bahwa salah satu temannya mengalami musibah. Si anak ini kembali menghadap ayahnya dan bertanya, "Ayah, kalau katanya roda itu berputar, mengapa mereka tetap berada di bawah? Apakah mereka tidak diberikan kesem...

Jujur, Mayoritas Karya saya Lahir dari Sini...

Setiap orang memiliki ciri khas, style dan metode-metode yang berbeda-beda, sehingga metode tersebut membuat mereka nyaman dalam melakukan sesuatu. Menjadi penulis, berarti tidak boleh jauh dari gadget (laptop/PC, ponsel, dan lainnya) atau mungkin kertas dan pena, sebagai logistik yang memproduksi berbagai karya. Mereka sadar bahwa(umumnya), laptop adalah aset berjalan yang harus menemani kapanpun ide segar berdatangan, bertamu dalam pikiran. Saya justru tipikal yang tidak betah kalau mengetik di laptop/PC. Lebih nyaman menggerakan jemari di layar touchscreen ponsel. Karena memiliki mobilitas tinggi dalam kebersamaannya dengan si pengguna. Selain itu, tipe seperti saya, menulis di ponsel lebih efektif dan efisien. Keberadaannya memiliki banyak keuntungan tersendiri, seperti : 1.  Bisa menggunakan aplikasi menulis di ponsel Ada banyak sekali aplikasi menulis yang bisa dimanfaatkan, salah satunya aplikasi ColorNote, dapat dengan mudah diunggah. Tampilan ColorNote terse...

Bosan Menulis? Lakukan Terapi Ini Supaya Semangat Menulis Lagi

Akan ada saatnya penulis berada pada titik jenuh, sebuah kondisi bosan menulis. Merasa jenuh dan penat dengan layar, keyword atau pensil dan kertas dihadapan mereka. Maka yang dibutuhkan dirinya adalah sebuah terapi, sedikit  refreshing . Agar jemari beristirahat dari kerja panjang dan melelahkan itu, menulis. Supaya otak tidak terlalu tegang memikirkan langkah apa selanjutnya, karena ada benteng besar nan gelap bernama kejenuhan, yang (mungkin) menjelma  writer’s block  jangka panjang. Semoga jangan deh ya… Untuk itu, mengutip ungkapan dari kakak kelas di suatu forum kepenulisan, “rayakanlah kemenanganmu dengan hal-hal kecil saja.” Keren juga ungkapan diatas, jikapun tulisan kita belum mampu menembus penerbit mayor, koran lokal, koran atau media Nasional, atau memenangkan event menulis, atau belum menemukan pembaca..  maka rayakanlah. Lho, mengapa unsur yang berbau kekalahan justru dirayakan? Hei, kita ngga ngomong tentang kekalahan, tapi kemenangan yang j...