Langsung ke konten utama

Salam, dari Aku yang selalu Menunggumu



Aku tidak memintamu untuk menghampiriku. Mendekatiku pun tidak, tak pernah memaksamu melakukan hal seperti itu. Aku tahu kau terlalu sibuk dengannya, mereka, dan rekan kecil yang selalu bersamamu, dalam genggaman itu. Rekan yang melebihi sebuah pasangan, rekan yang selalu ramai dengan notifikasi-notifikasi tentang dunia luar.
Aku tidak ingin menyuruhmu untuk mengerti apapun keadaanku.
Memahami tentangku dan seribu bisu. Cukup perhatikan dengan teliti. Sedikit-sedikit, agar kau kenal. Supaya hafal. Setidaknya, wajah ini saja.
Aku tetap di sini, diam dan taat. Tidak pergi kemana-mana, selalu menunggu. Tabah terhadap penantian tentangmu, dan seribu kehadiran.
Kau memang selalu hadir. Disetiap hari-hari yang kita lalui, tanpa pandangan, atau sapaanmu. Diantara parau jerit panggilan yang kugemakan kepada ruangan itu. Tetapi tetap saja, masih bisu. Dan menjadi keheningan. Bukan di telinga, tapi di hatimu. Terlanjur bising oleh kesibukan palsu.
Kau tak pernah menghiraukan aku, yang terlalu patuh menunggu. Mungkin, adanya kehadiran ini mengganggu pandanganmu. Usirlah aku. Lempar kemanapun kau mau. Asal jangan percikkan api untukku. Karena sudah cukup debu menemani umur penantian,  jangan jadikan aku seperti mereka.
Mungkin dengan melihat, memeluk sampai memantau keseluruhan aku, sedikit-banyak membuatmu mengerti tentangku. Kau akan memahami sedikit sesuatu baru. Semoga.
Bukan tentang aku. Tapi keadaan sekitar. Membantumu menambah nutrisi baru. Tentang nutrisi yang menambah dan memenuhi pikiranmu. Sesederhana itu saja. Namun, sulit bagiku memikat hatimu. Itulah kelemahanku, yang kalah oleh peradaban waktu.
Maafkan aku, yang terlalu patuh menunggu. Satu hal perlu kau tahu, aku tetap seperti ini.
Salam, dari aku yang selalu menunggumu. 
Bogor, 2016
N. A. Fadhli


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Per Tak Hingga dan Perenungannya

Semenjak menjadi siswa, selama belajar di SMA, saya hanya menyimak dan menelan setiap rumus beserta hasilnya. Pentingnya, jika bagian ini-itu hafal, beres sudah. Jarang sekali kepo, apalagi penasaran darimana dan bagaimana mengetahui prosesnya. Salah satu contoh yaitu dalam menghapal definisi sederhana, 1/~ , 1/0, 0/0, dan teman-temannya, plus perenungan memahami mereka. Namun, kali ini mencoba agar sama-sama dibahas 1/~ (satu per tak hingga) yang hasilnya adalah nol. Karena, mungkin banyak yang sudah tahu bahwa 1/0 nilainya bisa menjadi dua jenis, bisa menjadi ‘tak terdefinisi’ atau ‘tak hingga’. Contoh : 1/10 = 0,1 1/1000= 0,001 1/100000 = 0,00001 1/10000000 = 0,0000001 dst. Tapi, 1/~ = 0 Kenapa? Dari contoh sudah didapatkan pola, bahwa jika satu dibagi sepuluh, hasilnya 0,1. Dan, satu dibagi sepuluh juta, hasilnya 0,0000001. Semakin dibagi dengan bilangan besar, hasil semakin mendekati nol. Tak hingga merupakan sesuatu yang tak berbatas. Sehingga, satu d...

Ore Wa Akiramenai = Saya Tidak Akan Menyerah !

Donna ni tsurakutemo, akiramenaide kudasai! Akhirnya pikiran kembali segar, semangat menulis untuk posting di blog timbul lagi(padahal hari ini tidak semangat, tetapi terkena sentil oleh satu-dua kalimat bahasa Jepang). Sebabnya karena iseng-iseng mencari kata motivasi versi bahasa Jepang, justru menemukan pepatah keren, sekaligus pas dengan kondisi dan tontonan saya pekan ini. Yasudah, dijadikan sebagai pembuka tulisan deh. Bagi pecinta anime, pasti beberapa sudah tidak asing dengan istilah tersebut, pepatah yang menjadi jargon bagi mayoritas tokoh utama series anime. Hehe. Donna ni tsurakumeto, akiramenaide kudasai,  yang artinya  “Sesulit apapun, jangan menyerah!” Lalu disambung dengan judul postingan, Ore wa akiramenai , artinya  “Saya tidak akan menyerah!” Pepatah ini mungkin sudah tidak asing dan sangat sering berkeliaran ditelinga kita, apalagi ditelinga saya. Hehe. Sehingga, kesan dan energi kuat yang dibawa pepatah itu hanya angin saja. Cepat na...

Jurnal Seorang Penulis

Dari sekian ribu detik yang singgah dan berlalu, diantara kebisingan hingga kesunyian, aku baru tersadar. Ini tentang menulis, dunia kepenulisan,  something to tell , atau  something to share  atau apapun yang mereka sabdakan. Bahwa keresahan-keresahan yang selama ini begitu mengiris hati dan perasaan, entah kisah pribadi atau pengalaman orang lain, semua harus tumpah dalam satu wadah besar bernama “Tulisan”. Entah dibukukan atau tidak, itu urusan belakangan. Yang utama ada di situ, dan memang datang dari tempat yang suci itu, sebuah hasrat untuk berbagi kepada sesama. Memang, terkadang begitu sulit menyampaikan kisah paling epik. Satu set cerita yang akan dikenang. Apalagi yang bermanfaat. Apalagi dapat memberi pengaruh besar bagi seseorang, bagi banyak orang, hingga akhirnya mengubah peradaban. Maka dari itu, kuyakin kini kita sedang berlatih menulis.  Dan kita adalah penulis. Percayalah! kamu, aku dan kita semua berada dalam satu ruang besar bernam...

Aku Hanya Ingin Menulis, Sesederhana Itu Saja

Aku hanya ingin menulis, sesederhana itu saja . Begitulah yang selalu kamu ungkapkan dan ucapkan. Kepada saya, yang masih baru. Kesekian kalinya saya ungkapkan, bahwa menulis memang sebuah tugas berat. Betapa tidak? Menghasilkan sebuah tulisan, jika ingin mencapai kualitas terbaik, haruslah memeras ide dan pikiran. Memutar segala pengetahuan, kepekaan, dan pengamatan mendalam tentang fokus yang akan ditulis. Kemudian, mulai menuliskan ide itu dalam beberapa proses.  Melalui tahap  editing  dan lainnya. Belum lagi, sebuah tulisan yang telah selesai itu, hanya diminati sedikit orang untuk dibaca.  How your feeling about that ? Sungguh, saya angkat topi dengan kebesaran jiwamu untuk tetap lanjut dan istiqomah dalam ranah kepenulisan ini. Saya ikut dan gabung. Boleh, kan? Aku hanya ingin menulis, sesederhana itu saja . Saya, sungguh.. sangat sepakat dengan pernyataan kamu itu. Izinkan saya mematri mantramu dalam benak saya. Agar merembas sampai alam b...

Kepercayaan adalah Bentuk Kepedulian dengan Harga Mahal

Ada yang bilang bahwa kepercayaan mudah digenggam. Hal tersulit di dalamnya yaitu mempertahankan kepercayaan. Dalam dunia bisnis, kepercayaan adalah sebuah harga mahal. Bisa dibilang, kepercayaan merupakan sebuah mandat, diberikan kepada ia yang kuat dan mampu. Dalam urusan cinta, seseorang perlu memiliki komitmen agar dipercaya orang yang dikasihi. Selain itu, ia butuh seseorang untuk dipercaya. Ini akan melahirkan suatu pondasi yang kuat dalam hubungan asmara mereka. Mempercayai dan dipercaya. Ketika seorang lelaki yang telah membulatkan tekad, lalu menaruh kepercayaan penuh kepada perempuan yang dicintanya, tapi perempuan tersebut tidak percaya kepadanya. Lantas, lelaki ini pasti menurun motivasi dan semangatnya. Sebab orang yang dia percaya tidak mempercayai dirinya. Begitupun sebaliknya. Selanjutnya keluarga, sahabat, lalu kerabat kerja juga tidak mempercayai dirinya. Kepercayaan diri orang tersebut akan runtuh. Dunia seakan tidak membutuhkannya. Kita bisa menebak,...