Manusia tidak akan bisa lepas dari ritme kehidupan. Selama seseorang hidup, ia akan selalu terhubung dan tidak bisa menyendiri, apalagi mengabaikan orang-orang. Karena semua merupakan bagian dari kebutuhan manusia itu sendiri, salah satunya
yaitu sosialisasi. Setiap manusia berhak memilih pergaulan sesuai keinginan
masing-masing. Entah perbedaan kasta atau strata, pendidikan, ekonomi, agama dan lain sebagainya, semua itu tergantung dari
lingkup pertemanan yang dipilih seseorang.
Apalagi lingkup pertemanan yang telah ditetapkan, selaras dengan
visi dan misi hidup yang selama ini mereka impikan. Besar kemungkinan, pribadi
tersebut akan merasa nyaman dalam pergaulannya. Tidak jarang, beberapa dari mereka
lebih cepat tumbuh dalam
segala aspek yang menuntunnya pada kesuksesan.
Pergaulan memang penting, selalu penting dan memiliki kontribusi kuat bagi masa depan seseorang atau sekumpulan orang.
Pergaulan merupakan suatu hal yang memengaruhi kehidupan
seseorang. Meminjam pesan orang terdahulu, jika ingin wangi, dekati dan
bertemanlah dengan tukang parfum.
Seperti kebanyakan orang
bijak bertutur, jika ingin berhasil, cobalah berteman dan bergaul dengan mereka
yang telah terbukti berjaya dalam berbagai lini pencapaian. Yaitu, orang-orang
yang telah memegang kesuksesan dalam perjalanan hidup.
Hal ini akan mengubah
karakter seseorang menjadi lebih baik dan kuat. Biasanya, pengaruh dari
pergaulan positif seperti itu dapat meningkatkan pola pikir, persepsi hidup,
sikap, ucapan, dan tindakan seseorang dalam memilih suatu keputusan.
Setidaknya, output dari
pergaulan yang baik, secara tidak sadar membuat seseorang lebih dewasa dalam
memandang dan menyikapi permasalahan hidup.
Bogor, Maret 2019
N. A. Fadhli
Komentar
Posting Komentar