Saya yakini dalam hati, pasti
banyak yang protes dan menyangkal tulisan di bawah ini, ketika teman-teman
membaca judul di atas. Hehe.
Awalnya, menulis itu lumayan mudah. Membuat satu tulisan terbilang mudah.
Membuat dan mempertahankan eksistensi karya-karya dalam menulis, mulai sulit. Mempertahankan diri dalam menulis, ini yang lumayan sulit.
Membuat tulisan bagus lumayan
lumayan sulit. Membuat tulisan bagus serta mempertahankan diri melahirkan
karya-karya berkualitas, itu sulit. Tapi semua masih dalam interval
kemungkinan.
Terkadang, ada hari-hari
dimana ide muncul dari benak kepala, bertebaran disekelilingnya, menyuruh
jemari-jemari kita agar segera mengabadikan mereka melalui berlembar halaman.
Namun, jutaan kata yang bertebaran begitu padat, sehingga dalam satu hari hanya
dapat merampungkan beberapa saja.
Terkadang pula, ada suatu
kondisi, ide terkungkung dalam lemari pikiran. Hari-hari yang suram itu menurut
sebagian besar penulis, pun bagi saya sendiri, merupakan penantian panjang
tentang pencarian sebuah ide.
Bagi sebagian orang,
mengerjakan soal matematika adalah lumayan sulit. Mulai terjun mengerjakan satu soal
matematika, mendapat solusi dan pembahasannya, sudah berkurang kadar kesulitan. Menghafal
rumus dasar dari suatu definisi matematika, membantu mempermudah mengerjakan
soal.
Kemudian, mengulang untuk
mengerjakan soal yang sama, begitu mudah. Mengerjakan soal lain yang sejenis,
namun tingkatannya lebih sulit, juga dikerjakan dengan begitu mudah, karena
sudah menggenggam rumus dasarnya.
Nah, mulai ada persamaan dan
perbedaan dari kedua hal tersebut, bukan?
Persamaan dari kedua hal di
atas adalah, dalam menekuni keduanya harus mengulang banyak hal, ini terkait
dengan passion(dan ini juga mungkin berguna untuk semua jenis profesi). Semakin
mengulang banyak hal, semakin berwujud eksistensi diri dalam ranah yang
digeluti masing-masing.
Perbedaan paling mencolok
adalah, adanya pergeseran grafik antara menulis dan mengerjakan soal
matematika. Pergeseran grafik itu selaras dengan tantangan di masa depan
masing-masing.
Pertama,
Tingkat kesulitan mengerjakan soal matematika, termasuk level A. Awalnya memang sulit dan penuh perhatian khusus menghafal rumus atau formula dasar dari berbagai definisi. Ditambah, butuh penalaran logika yang baik serta ketelitian tingkat tinggi.
Tingkat kesulitan mengerjakan soal matematika, termasuk level A. Awalnya memang sulit dan penuh perhatian khusus menghafal rumus atau formula dasar dari berbagai definisi. Ditambah, butuh penalaran logika yang baik serta ketelitian tingkat tinggi.
Tapi, lama kelamaan, bekal
menghafal rumus dan definisi itu akan terpakai lagi, berguna kembali dalam
menghadapi soal-soal level tinggi. Seseorang sudah tidak begitu sakit kepala menghadapi soal berikutnya yang hendak diterima.
Kedua,
Tingkat kesulitan menulis, seperti grafik eksponensial. Awalnya menulis memang mudah, yaa menulis saja. Semakin ke depan, banyak teknik kepenulisan yang harus dikuasai. Tidak sampai disitu, ia harus bersikeras memikirkan berbagai macam ide, agar dapat diterima dan disukai oleh pembaca.
Tingkat kesulitan menulis, seperti grafik eksponensial. Awalnya menulis memang mudah, yaa menulis saja. Semakin ke depan, banyak teknik kepenulisan yang harus dikuasai. Tidak sampai disitu, ia harus bersikeras memikirkan berbagai macam ide, agar dapat diterima dan disukai oleh pembaca.
Karena seiring perkembangan
dunia kepenulisan, selera dan level pembaca berbeda-beda. Inilah serunya
tantangan bagi para penulis, jiwa kreatif semakin runcing karena tak luput
diasah. Melahirkan ide-ide baru dan segar. Akhirnya dapat dikatakan bahwa
grafiknya eksponensial.
Tapi, keduanya memang sulit. Satu hal yang menjadikan keduanya terasa tidak sulit dan menyenangkan adalah terletak pada kenyamanan mengerjakan salah satu diantaranya. Ketika mengerjakan sesuatu hal yang mereka senangi dan mereka cintai setiap hari, hal itu rasanya mudah saja, meskipun kelihatannya sulit. Mereka akan senang dengan tantangan dan berusaha menemukan cara atau jalan keluar serta solusi dari permasalahan yang dihadapi.
Ini versi saya tentang
sulitnya menulis versus mengerjakan soal matematika, kalau menurut anda? :)
Bogor, Februari 2017
N. A. Fadhli
Kesimpulannya : do what you love ya mas Fadhli? ☺
BalasHapusIya mba Nov.. :)
HapusLakukan yg kita senangi, pasti rasanya enjoy aja. Hehe :)