Dilema, satu kata yang terkadang hadir dalam setiap sendi kehidupan. Manusia mana yang belum pernah merasakan dilema?
Siapa yang belum pernah mendapat satu hadiah itu? Lalu, dilema jenis apa yang
telah dialami seseorang selama hidupnya?
Setiap manusia pasti pernah mengalami dilema. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi kelima (KBBI V), dilema merupakan suatu situasi yang mengharuskan seseorang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan.
Berbicara dilema,
tidak akan jauh pembahasannya dengan ‘kebingungan dalam memilih’. Entah dilema
seputar pekerjaan, cinta, pendidikan, dan lain sebagainya. Masih banyak sekali
jenis dilema. Pada kesempatan kali ini, akan dikupas sedikit tentang dilema fokus pada passion: lanjutkan atau tinggalkan?
Menurut KBBI V, dilema berarti suatu kondisi atau situasi seseorang harus
mementukan sebuah pilihan yang sulit dan membingungkan. Sementara, arti kata
‘fokus’ berarti harus memusatkan; memberikan perhatian pada satu titik. Passion adalah
keinginan besar atau minat seseorang terhadap suatu bidang yang ia senangi dan ditekuni.
Dilema fokus pada passion,
berarti situasi seseorang untuk menentukan satu perhatian besar pada minatnya,
diantara dua atau banyak pilihan.
Passion seseorang terhadap suatu hal, pasti menyangkut rasa
kepuasan. Biasanya, orang-orang yang sudah menemukan passion pada
bidang yang ditekuni, pastilah mereka sangat menikmati setiap detail tugas yang
diterima. Passion pun disebut-sebut menjadi salah satu gold point pada
kesuksesan seseorang.
Tidak sedikit orang-orang terhambat sukses karena mengerjakan
hal yang bertolakbelakang dari passion nya.
Tidak sedikit pula, orang-orang yang meraih prestasi gemilang di kancah dunia,
berkat kebulatan passion yang mereka bungkus dengan kerja keras.
Orang yang telah menentukan minat, berarti sudah mengalahkan
dilema, lalu menentukan fokusnya. Sudah berhasil memilih passion dalam
perjalanan hidup yang akan dihadapi.
Passion juga menentukan sampai sejauh mana dan sekuat apa jati
diri seseorang. Mau menggeluti bidang apa, dan akan dibawa kemana arah
pekerjaannya. Dilakukan melalui kesenangan atau hanya tuntutan belaka.
Menuruti passion,
berarti mengundang resiko besar. Betapa tidak, dari banyaknya keinginan serta
kelebihan talenta diri, harus difokuskan ke satu titik minat dan kegemaran.
Padahal, ada kesempatan besar untuk berkembang di bidang lain. Tapi, mereka
telah sukses mengikuti kata hati, menemukan jati diri.
Juga suatu keniscayaan, bahwa resiko besar yang mereka ambil,
tersimpan pula kesuksesan besar. Dalam menentukan passion,
pasti telah melalui proses perhitungan dan pengalaman yang matang.
Ini menarik. Karena tidak selalu passion kita
selaras dengan pekerjaan yang sedang ditekuni. Tetap tuntaskan setiap
pekerjaan. Sebisa mungkin, jangan mematahkan passion yang
selama ini kita tekuni.
Bogor, Maret 2019
N. A. Fadhli
Mantap
BalasHapusTerima kasih kang..
BalasHapus